Wednesday, October 17, 2012

Atasi Nyeri Tulang Kering

Para pelari profesional sepakat bahwa nyeri pada tulang kering adalah penderitaan paling nyeri. Minimalkan rasa nyeri itu dengan tiga strategi jitu dari University of Kansas Medical Center, Kansas City, AS. Ini langkahnya:



Step 1: Latihan Santai
Begitu terasa nyeri ketika tengah berlari, pangkas jarak tempuh mingguan Anda atau berlatih cross-training ringan. "Makin kecil beban, makin cepat pula penyembuhannya," kata Janice K. Loudon, Ph.D., pemimpin penelitian ini. Kompres tulang kering Anda dengan handuk dingin selama 15 menit setelah berlatih.

Step 2: Regangkan Otot Betis
Betis yang tegang dapat menambah rasa sakit pada tulang kering. Untuk menguranginya, duduk di lantai, kedua kaki lurus ke depan. Ambil handuk dan pegang ujung-ujungnya dengan tangan Anda. Letakkan bagian tengah handuk di telapak kaki kiri (atau coba gapai telapak kaki dengan tangan semampunya). Tarik ujung handuk ke arah Anda untuk melenturkan kaki, tahan selama 30 detik. Ganti sisi dan ulangi gerakan tadi, lakukan tiga repetisi pada tiap kaki.

Step 3: Kurangi Beban Pada Kaki
Stabilkan lengkungan telapak kaki. Ini dapat membantu mengurangi stres pada tulang kering. Saran Loudon, coba tes dasar over-the-counter orthotic (bisa dilihat di footmapping.com) untuk mengetahui jenis kaki Anda: datar atau tidak. "Bahkan pelari dengan lengkungan telapak kaki yang yang tinggi akan merasa lebih nyaman dengan menstabilkan lengkungan telapak kaki mereka," katanya.

Monday, September 17, 2012

Amankah Bila Yogurt Dipanaskan


Yogurt dan minuman probiotik lain sering dikombinasikan dengan bahan lain sebagai campuran untuk memasak. Tapi banyak orang khawatir kandungan bakteri baiknya rusak kalau dipanaskan. Bagaimana biar tidak terlalu banyak yang rusak?

Sedikit variasi pengolahan kadang memang diperlukan dalam menyajikan minuman probiotik supaya rasanya tidak membosankan. Namun menurut Jimmy Hariantono, PhD, mengolah probiotik tidak selalu harus dengan dipanaskan supaya manfaatnya bagi tubuh tetap terjaga. Jimmy mencontohkan, sebuah restoran di Jakarta menyajikan minuman probiotik dengan cara di-mix atau dijus dengan buah-buahan misalnya pisang atau apel. Cara ini menurutnya bagus, tidak mengurangi kandungan bakteri baik yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan.

Di dalam tubuh, probiotik atau bakteri baik membantu sistem pencernaan untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme. Dikatakan oleh jimmy, manusia memiliki tak kurang dari 100 triliun mikroorganisme di dalam usus yang terdiri dari mikroorganisme baik maupun jahat. Agar bisa hidup di saluran pencernaan, probiotik membutuhkan makanan yang disebut dengan prebiotik. Bagi manusia, prebiotik yang merupakan serat kompleks tidak dicerna namun bisa diurai dan dimakan oleh mikroorganisme probiotik agar jumlahnya tetap bisa mengimbangi mikroorganisme jahat.

5 Gaya Hidup yang Bisa Memperpendek Umur

Seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, lima gaya hidup yang dapat memperpendek umur antara lain:

1. Suka Begadang

Warga kota seringkali menghabiskan waktunya di siang hari untuk bekerja. Di malam hari, bukannya beristirahat, banyak orang di perkotaan yang justru nongkrong di kafe-kafe atau ke tempat hiburan sampai larut malam.

Begadang bukan hal yang buruk bagi kesehatan. Yang berisiko adalah apabila sampai kekurangan tidur dan mengganggu jam biologis. Berbagai penelitian menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke hingga kanker.

2. Mudah Stress

Macet, polusi, cuaca panas ditambah tekanan pekerjaan membuat warga kota lebih rentan stres. Pada tahap tertentu, stres dapat berakibat baik sebab memicu orang untuk berupaya keras. Namun stres yang tak dikelola dengan baik justru bahaya bagi kesehatan. Stres diketahui dapat memicu depresi dan gangguan mental jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan sebuah penelitian terbaru menemukan stres dapat mengubah struktur DNA seseorang dan diturunkan kepada anak-anaknya.

3. Naik Kendaraan Ugal-ugalan

Kehidupan kota memang menawarkan jaminan finansial yang lebih baik. Banyak pekerjaan dan uang yang bisa diperoleh di kota. Akibatnya, makin banyak orang berlomba-lomba membeli kendaraan untuk menunjang mobilitasnya.

Sudah tak terhitung berapa banyak jumlah kematian dan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas. Kebanyakan kasus tersebut disebabkan oleh human error, bisa karena lalai saat mengemudi, atau mengemudi ugal-ugalan.

4. Malas Berolahraga

Lengkapnya infrastruktur dan fasilitas di kota memang mempermudah aktifitas. Namun karena merasa saking mudahnya, orang jadi sedikit bergerak dan malas berolahraga. Apalagi sebagian pekerjaan di kota mengharuskan duduk sepanjang hari di kantor. Ada banyak jenis penyakit yang bisa diperangi dengan berolahraga, mulai dari diabetes, penyakit jantung, stroke, asma hingga kanker. Olahraga juga dapat memperkuat otot-otot, meningkatkan keseimbangan fisik dan meningkatkan stamina.

5. Suka Makan Junk Food

Sebagian besar penyakit yang diderita manusia disebabkan oleh asupan makanan sehari-hari. Makanan yang masuk dalam tubuh akan diolah lewat proses metabolisme tubuh. Beberapa residu atau sisa makanan ada yang ditimbun atau menumpuk dalam tubuh.

Monday, September 3, 2012

Anoreksia Nervosa yang Mengerikan



Pada saat tumbuh menjadi seorang remaja, kita akan tahu bagaimana tamilan tubuh ideal yang indah untuk dipandang. Pada masa inilah kita akan menyadari bahwa tubuh kita masuk dalam kategori kegemukan atau berlebihan bobot. Keadaan yang tidak semestinya membuat kita berfikir untuk merubahnya dengan cara sesuai yang terlintas di khayalan kita. 

Anoreksia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan perubahan gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan, penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal dan hilangnya siklus mentruasi (pada wanita). Penderita yang umumnya terjadi pada remaja putri biasanya mengalami gangguan makan, berupa aktifitas untuk menguruskan badan dengan melakukan pembatasan makan secara sengaja melalui control yang ketat.

Pada anoreksia nervosa terjadi hilangnya nafsu makan atau terganggunya pusat nafsu makan. Hal tersebut disebabkan oleh konsep yang terputar balik mengenai konsep penampilan tubuh, sehingga penderita mempunyai rasa takut yang berlebihan terhadap kegemukan. Penderita anoreksia nervosa sadar mereka lapar namun takut untuk memenuhi kebutuhan makan mereka, karena bisa berakibat meningkatnya berat badan. Berbeda dengan korban kelaparan, penderita anoreksia nervosa mampu menjaga kekuatan dan kegiatan sehari-hari mendekati normal. Tidak merasa lapar dan tidak cemas terhadap kondisinya.

Penderita anorekasia nervosa dapat menurunkan berat badannya antara 25 – 50 % dari berat badan sebenarnya. Dampak fisik yang umumnya terjadi penderita adalah kehilangan selera makan, hingga tidak mau mengkonsumsi apapun, lemah tidak bertenaga, sulit berkonsentrasi dan terjadi gangguan mentruasi. Namun dampak psikis juga terpengaruhi, seperti mempunyai perasaan tidak berharga, sensitiv mudah tersinggung atau marah, mudah merasa bersalah, kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri, cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya, minta perhatian orang lain, dan depresi.




Sumber: PikachuZombii via Youtube

Penderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam masyarakat yang menekankan kekurusan dan latihan. Tidak berkumpul dengan keluarga adalah spesifik pada anoreksia nervosa.  Pasien dengan anoreksia nervosa kemungkinan memiliki riwayat keluarga depresi, ketergantungan alcohol, atau suatu gangguan makan, walaupun tidak semua berlatar belakang demikian.

Tanda Anoreksia nervosa:


  1. Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up.
  2. Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
  3. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
  4. Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.

Dapat disimpulkan anoreksia nervosa adalah suatu bentuk ketakutan yang kuat mengalami kenaikan berat badan atau menolak untuk mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan, dan mengalami gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri. Sehingga menimbulkan bermacam komplikasi yang serius bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu penderita anoreksi nervosa membutuhkan pengobatan medis dan psikis yang menyeluruh, yaitu perawatan di rumah sakit jika diperlukan, terapi individual serta keluarga.

Monday, August 27, 2012

5 Tips Stop Kebiasaan Gigi Kuku

Dengan mengikuti beberapa saran berikut, mungkin anak Anda bisa coba berhenti dari sekarang:

1. Taruh sesuatu hal kotor yang menjijikan di kuku Anda
Perlihatkan kepada anak Anda bahwa kuku itu sangat kotor dan menjijikan sehingga tidap pantas dimasukkan ke dalam mulut selain saat makan. Pada Saat makanpun pastikan anak Anda telah melakukan cuci tangan pakai sabun.
2. Tukar kebiasaan buruk dengan sau hal yang baik
Berikan anak Anda mainan yang menyenangkan dan mudah dibawa. Seperti lego atau Lilin mainan untuk anak di atas usia 3 tahun. Berikan kegiatan positif yang membangun kreatifitas anak.
3. Ingatkan dengan lembut setiap kali anak gigit kuku
Anak bisa melakukan gigit kuku dimanapun dan kapanpun. Ingatkan kembali bila dia lupa dan terus melakukannya. ingatkan dan tegurlah dengan lembut, karena ditegur dengan kasar atau nada yang tinggi itu bisa membuat anak jengkel terlebih bila di depan orang banyak.
4. Selalu kembali ingatkan
Biasanya kebiasaan gigit kuku sangat susah dilepaskan. Selalu kembali ingatkan setiap anak melakukan gigit kuku. Cukup menegurnya dengan lembut dan sedikit ledekan ringan yang membuat dia malu atau takut terhadap kuman yang ada di dalam kuku.
5.Perlihatkan gambar kuku rusak dan mengerikan
Bila kebiasaan sangat susah dilepaskan dari anak dan penjelasan awal yang Anda lakukan tidak di terapkan dengan baik dengan si Kecil, Anda bisa memperlihatkan gambar kuku rusak dan mengerikan yang bisa terjadi karena kebiasaan gigit kuku. Perlihatkan gambar dan juga berikan penjelasan lagi mengapa itu bukanlah hal yang baik dan tidak perlu di ulangi.

Sunday, August 26, 2012

10 Cara Hindari Alergi Debu Rumah


Lemari dan meja dirumah biasanya dihiasi dengan pajangan dan foto dengan frame duduk. Debu sering sekali menyelimuti hiasan tersebut. Agar kesehatan keluarga tetap terjaga, kita perlu membersihkan kotoran dan debu rumah setiap hari.
Bukan hanya kotoran dan debu  rumah saja yang perlu kita bersihkan untuk terhindar dari penyakit. Tungau, binatang yang berukuran sangat kecil dan tak terlihat dengan mata juga perlu kita hindari. Tungau biasanya hidup di kain, karpet, selimut, seprei, bantal guling kapuk, tirai, pajangan berbahan kainm sofa dan mainan berbulu.
Perhatikan sekitar kamar anak kita dan juga ruang lainnya yang banyak disinggahi oleh anak. Mainan anak sangat lekat dengan aktifitas anak, pastikan mainan tersebut bersih dan aman. Seprei dan selimut anak perlu diganti secara rutin, jangan menunggu kotoran terlihat mata karena tungau tidak terlihat oleh mata.

Debu tebal dilengkapi dengan tungau bisa membuat kulit gatal-gatal. Di sekitar bagian yang terasa gatal, kulit terlihat kemerahan.

10 Tips bagaimana menghindari debu rumah disekitar kita:

  1. Hindari ruangan yang sedang dibersihkan, jika terpaksa gunakanlah masker.
  2. Miliki rumah dengan ventilasi yang baik, biarkan sinar matahari masuk kedalam rumah.
  3. Kurangi kelembaban udara dengan menggunakan AC dan jangan lupa untuk membersihkan penyaring udara 1 kali seminggu.
  4. Boneka berbulu atau berbahan kain sebaiknya dicuci 2minggu sekali.
  5. Bila Anda menggunakan kasur dan bantal dari kapuk, jemur dibawah panas matahari beberapa sekali.
  6. Jika dirumah Anda, lantai memakai karpet, bersihkan dengan penghisap debu setiap 3 hari sekali. Sesekali juga perlu dicuci.
  7. Seprei, sarung bantal/guling, tirai, selimut dari bahan katun, cucilah dengan menggunakan air hangat 60 C minimal seminggu sekali untuk menghilangkan tungau secara maksimal.
  8. Di kamar tidur jangan terlalu banyak lukisan dan jangan ada rak sepatu, atau tumpukan buku yang bisa menyimpan debu diantara sela-selanya.
  9. Bersihkan kolong tempat tidur, kursi dan di atas lemari 2 hari sekali.
  10. Bila Anda memelihara binatang berbulu, mandikan secara rutin.

Supaya debu tidak berterbangan saat dibersihkan, gunakan lap basah atau penghisap debu dengan alat penyaring yang baik. Perabotan di ruang keluarga dan di kamar, sebaiknya yang mudah dibersihkan, tidak berukir.
                                             
Demikianlah beberapa tips supaya kita bisa menghindari timbulnya alergi yang disebabkan oleh debu rumah. Semoga bermanfaat ya.

Sumber gambar: Hahoy.com
an: @eghyagrina
T: @Jakarta_Sehat